PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA

Pejabat Forpimka Sumenep secara simbolis memulai pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Miras

PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2016

Wakil Bupati Kab. Sumenep memberangkatkan peserta jalan-jalan santai

PONPES LUBANGSA RAYA BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Pengurus dan Santri Ponpes Lubangsa Raya nyatakan Stop Narkoba

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Bluto Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi PPM BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep

CAMAT BLUTO BERSINERGI DENGAN BNNK SUMENEP

Jabat Erat antara Camat Bluto, Kepala BNNK Sumenep, Kapolsek Bluto, Danramil Bluto, Kepala Seksi PPM, dan Staf BNNK Sumenep

------------------------------------------------ end slider ------------------------------------------------------

Selasa, 16 Agustus 2016

Siswa Baru MA Nurul Hikmah Desa Kecer Dasuk Mendapat Pemahaman Bahaya Narkoba

SUMENEP - Dalam rangka meningkat kepedulian terhadap berbagai bahaya Narkoba yang dapat merusak terhadap generasi bangsa, membuat Sekolah Rakyat Merdeka Madrasah Aliyah Nurul Hikmah, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk,
Dengan adanya pembekalan bagi para siswa tersebut dapat memberikan wawasan agar tidak mudah terpengaruh terhadap bahaya Narkoba yang bisa merusak mental generasi penerus bangsa. Karena siswa itu yang mayoritas dibawah umur seringkali menjadi lahan empuk peredaran narkoba oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sebab mereka masih belum mengetahui secara bahaya dari barang haram tersebut.
“Jadi dalam pembekalan ini kami tekankan para siswa menjauhi narkoba dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Karena jika terus merajalela akan dapat membahayakan bagi generasi penerus bangsa, makanya para siswa itu sangat penting dipupuk sejak dini mengenai bahaya narkoba tersebut, supaya tidak mudah terjerumus dalam dunia yang sungguh membahayakan,” kata Habibul Mohtar, pengelola Sekolah Rakyat Merdeka Madrasah Aliyah Nurul Hikmah, Sabtu (6/8/2016).
Disebutkan, kegiatan ini merupakan masa Taaruf bagi siswa baru yang ingin menempuh pendidikan di lembaga tersebut, sehingga mereka dibekali sejak dini mengenai wawasan bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan agar turut menjaga berbagai bahaya yang mengancam negeri ini. Apabila diberi pengetahuan mulai dari sekarang kemungkinan besar mereka tidak terpengaruh oleh siapapun yang mengajak mendekati bahaya tersebut.
“Selain itu kami juga memberikan wawasan soal pentingnya berbangsa dan bernegara, karena cara ini merupakan langkah kongkrit dan tanggung jawab kami sebagai pengelola sekolah untuk membuka wawasan para siswa dan bertanggung jawab terhadap dirinya,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut pihak sekolah bekerjasama dengan berbagai lembaga yang memang kompeten dalam memberikan wawasan mengenai bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) daerah ini dan Pecinta Lingkungan Laskar Hijau Simpul Sumenep. Itupun dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yang diikuti oleh sebanyak 73 peserta yang terdiri dari siswa.
Pihaknya berharap dari kegiatan tersebut nantinya para siswa ketika pulang ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi bisa lebih mencintai bangsa dan negaranya, bahkan juga bisa memahami bahaya narkoba yang merongrong kaum muda serta mencintai kelestarian lingkungan
Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membekali para siswa baru tentang bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan. Mengingat saat ini bahaya narkoba dan pengrusakan lingkungan sudah mulai mengancam di berbagai daerah, sehingga perlu diperhatikan secara serius dari berbagai pihak.

Jumat, 12 Agustus 2016

Sejak Dini Cegah Pelajar dari Bahaya Narkoba, BNNK Sumenep Launching Kurikulum Terintegrasi P4GN

Hotel Utami Sumenep - Saat ini tantangan pelajar untuk mencapai masa depan yang sukses dan gemilang semakin berat. Salah satunya ancaman narkoba yang peregarannya semakin merajalela.  Untuk itu perlu menyiapkan pelajar yang kebal terhadap tawaran narkoba. Pelajar perlu dibekali pengetahuan yang komprehensif tentang narkoba.
Pada tanggal 11 Agustus 2016, BNN Kabupaten Sumenep melaksanakan Launching Kurikulum Terintegrasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk Tingkat SMA, SMK dan Sederajat, SMP Sederajat. Ada 7 Mata Pelajaran yang sudah diintegrasikan P4GN yang kedepannya perlu dikembangkan dan disempurnakan.

Launching Kurikulum ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Sumenep, Kepala Bidang Pencegahan dan Daymasy BNNP Jawa Timur, Ketua DPRD Kab. Sumenep, Ketua Komisi 4, Ketua Pengadilan Sumenep, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumenep, Kepala Inspektorat Kab. Sumenep, Kepala BAPPEDA Kab. Sumenep, Direktur dan Pimpinan Cabang Bank se Kab. Sumenep, Kabag. Kesmas, Kabag Humas, Perwakilan Kepala SMA dan Kepala SMPN, Ketua P2NOT, Ketua GRANAT Sumenep, dan Siswa SMA dan siswa SMP.

Kepala BNNP Jatim melalui Kepala bidang Pencegahan dan Dalmas AKBP Ria Damayanti, SH. MM. menyampaikan bahwa pencegahan dan penanggulangan narkoba merupakan tanggung jawab kita semua, baik Pemerintah, organisasi maupun masyarakat secara umum, sebagaimana amanat Presiden RI Joko Widodo pada hari anti narkoba bulan juli kemarin,.
Sambutan Kabid. PPM BNNP Jawa Timur AKBP Ria Damayanti, SH. MM.
Sedangkan dalam sambutan Bupati Sumenep yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si. menegaskan, Penerapan kurikulum Terintegrasi disambut baik oleh pemerintah kabupaten sumenep. “Apalagi kabupaten sumenep merupakan zona merah peredaran narkoba dan kita semua yang harus bisa mencegah dan menyikapinya”. Atas nama pemerintah kabupaten Sumenep, Sekda menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BNN Kabupaten Sumenep dan BNN propinsi Jawa Timur yang telah bersinergi dengan pemerintah kabupaten sumenep dengan direalisasikannya Kurikulum Terintergasi P4GN demi menjaga dan menyelamatkan generasi bangsa dimasa yang akan datang.

Sambutan Sekdakab. Sumenep Drs. Hadi Soetarto, M.Si.
Bambang berharap, dengan digelarnya launching ini, tentu menjadi langkah awal bagi kita untuk mewujudkan Sumenep bebas narkoba, dirinya menegaskan bahwa dalam peran pendidikan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sangat penting.


Laporan Kepala BNN Kabupaten Sumenep
Pementasan Tari Muang Sangkal SMAN 2 Sumenep

Pagelaran Muzik Tong Tong SMAN 2 Sumenep
Jajaran BNN Kab. Sumenep kompak tolak narkoba

Dharma Wanita Komitmen Tolak Bahaya Narkoba, BNNK Sumenep lakukan Penyuluhan

BNNK SUMENEP – Dharma Wanita sebagai organisasi istri Pegawai Negeri Sipil mempunyai peran strategis untuk meningkatkan peran perempuan terutama melakukan pengawasan dan pembinaan pola asuh dan tumbuh kembang anak. Sehingga, generasi penerus bangsa bisa terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif.
“Saat ini kita dihadapkan pada situasi dunia yang makin global. Semua tanpa batas, sifatnya virtual. Kita sekarang ngawasi anak kita ngeri betul.  Seks bebas, Tawuran, bahkan Narkoba, sehingga harapan kita bisa memantau, Kalau kita nggak perhatian, nggak bisa. Dharma Wanita mempunyai peran penting dalam era global khususnya menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba
Secara bertahap seluruh Dharma Wanita di Kabupaten Sumenep diberikan Sosialisasi tentang Bahaya Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep :



Tanggal 8 Agustus 2016 Dharma Wanita Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumenep
Tanggal 9 Agustus 2016 Dharma Wanita Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep
Tanggal 10 Agustus 2016 Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep
Tanggal 10 Agustus 2016 Dharma Wanita Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep
Dengan dlakukannya sosialisasi tentang bahaya narkoba diharapkan agar Dharma Wanita bisa berperan dalam memperbaiki generasi muda bangsa Indonesia melalui pendidikan bahaya narkoba yang dimulai dari keluarga. Ibu - ibu anggota Dharma Wanita bisa memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak-anaknya sejak dini, untuk membentuk kultur dan karakter bangsa yang mampu menolak narkoba.

Senin, 18 Juli 2016

Siswa Baru SMA Muhammadiyah dan SMK 1 Sumenep Dibekali Pengetahuan Bahaya Narkoba



BNNK Sumenep - Siswa baru peserta MOS berikutnya yang mendapat giliran dibekali materi pengenalan bahaya penyalahgunaan narkoba adalah SMA Muhammadiyah dan SMK 1 Sumenep. 
Senin pagi 18 Juli 2016, sebanyak 106 orang siswa baru SMA Muhammadiyah mengikuti pembekalan materi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba. Mereka sangat antusias menyimak pemaparan yang disampaikan Kepala BNN Kab. Sumenep H. Bambang Sutrisno, SE. MM dan Kasi P2M BNN Kab. Sumenep Rahwini Suwandi, SE. MH. Sedangkan pada pukul 12.30, di SMK 1 Sumenep 478 orang siswa baru mengikuti kegiatan MOS dengan pembekalan materi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba.
Salah satu tujuan pelaksanaan MOS adalah pembentukan karakter siswa. Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan kekerasan tetapi kegiatan yang menjadi ajang melatih kedisplinan, mempererat tali persaudaraan, serta pengenalan (Pembinaan Karakter).
Pada akhir materi semua siswa berikrar untuk tidak mencoba-coba narkoba, dan akan ikut aktif memerangi penyalahgunaan narkoba.

MOS SMAN 1 SUMENEP BEKALI BERPRESTASI TANPA NARKOBA.

BNNK Sumenep - MOS atau Masa Orientasi Siswa memang sudah sangat lazim dilakukan siswa SMA maupun SMP. Semua siswa yang baru memulai tahun ajaran baru disekolah yang baru pasti akan mengalami kegiatan MOS ini. Kegiatan ini dilakukan senior yang merupakan osis terhadap juniornya yang baru masuk. Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan kekerasan tetapi kegiatan yang menjadi ajang melatih kedisplinan, mempererat tali persaudaraan, serta pengenalan (Pembinaan Karakter).
Pengenalan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar merupakan materi penting dalam pembentukan karakter siswa. Untuk itu pada pelaksanaan MOS di SMAN 1 Sumenep, BNN Kabupaten Sumenep memberikan bekal materi bahaya penyalahgunaan narkoba.
Sebanyak 385 Siswa baru SMAN 1 Sumenep mengikuti Sosialisasi tersebut yang berlangsung di Aula SMAN 1 Sumenep, Sabtu 16/7/16 pagi. Dalam sosialisasi tersebut, bertindak sebagai pemateri Kasi P2M BNN Kabupaten Sumenep Rahwini Suwandi SE., MH. menjelaskan secara detail jenis dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Dengan adanya kegiatan MOS ini diharapkan siswa baru SMAN 1 Sumenep tidak berani mencoba-coba narkoba, menjadi perantara, pengedar narkoba karena masa depan menjadi taruhannya